Gereja-gereja Diserang, PM Malaysia Meminta Warganya Tenang

Kuala Lumpur, Bahana
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak meminta warganya tenang setelah insiden pembakaran 4 gereja yang terjadi dalam sepekan di awal tahun 2010. Dalam kun jungan ke salah satu gereja yang rusak dihantam bom molotov, Najib berusaha memadamkan konflik antar-etnis di negara yang didominasi etnis Melayu ini.

“Islam melarang kita dari menghina atau menghancurkan agama-agama lain, baik dalam bentuk fisik atau dalam bentuk tempat ibadah mereka,” kata Najib.

“Semua partai diminta tetap tenang dan diharapkan tidak bertindak emosional,” imbuhnya. Najib juga meminta pemerintah tidak mentolerir apapun ancaman yang meng ganggu keharmonisan antar-etnis. “Pe nyelidikan masalah ini telah dilakukan dan mereka yang bersalah akan dipertan gunggjawabkan di pengadilan,” katanya. Sekitar 10 persen warga Malaysia adalah Kristen, termasuk 850 ribu Katolik. Ke banyakan mereka tinggal di bagian pu lau Kalimantan. Gereja yang dibakar itu adalah Metro Tabernacle Church di Desa Melawati, Gereja Assumption Church di Jalan Templer dan Gereja Life Tabernacle Church, keduanya di Petaling Jaya, Gereja Good Shepherd Miri, Malaysia Timur, Gereja All Saints Church, Gereja Katolik St Louis, Gereja Baptis di Durian Daun di Malaka, Gereja Metro Tabernacle Church. Hingga berita ini diturunkan, serangan terakhir terjadi terhadap Gereja Sidang Injil Borneo di Negara Bagian Negeri Sembilan, Senin subuh, (11/1). Tidak ada korban dalam penyerangan itu.

Diduga serangan terhadap gereja-gereja tersebut menyusul protes putusan Penga dilan Tinggi Kuala Lumpur yang menolak larangan bagi warga nonmuslim meng gunakan kata “Allah” dalam literatur mereka. Larangan tersebut telah berlangsung selama 3 tahun.

LARANGAN DICABUT
Kontroversi ini bermula dari larangan bagi sebuah harian Katolik The Herald menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan. Namun, Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur mencabut larangan penggunaan kata Allah itu. Keputusan pengadilan ini lah yang menjadi sumber aksi unjuk rasa.

Beberapa organisasi massa Islam ter masuk partai PAS yang berhaluan Islam sepakat dengan keputusan pengadilan. Mereka setuju semua agama Samawi termasuk Kristen dan Yahudi berhak menggunakan kata Allah. Namun be berapa kelompok lain, termasuk Ger akan Pemuda Muslim Abim tetap ber sikukuh bahwa penggunaan kata Allah oleh kelompok Kristen adalah upaya agama tersebut membujuk warga Mus lim untuk meninggalkan agama Islam.Para pejabat gereja mengatakan meskipun kata Allah berasal dari bahasa Arab, na mun bahasa Melayu sudah menggunakan kata ini selama beratus tahun untuk me nyebut Tuhan secara umum. Dia juga me minta masyarakat untuk tidak langsung menuduh pihak-pihak yang bertang gungjawab atas insiden itu.

Najib mengaku memberi perhatian serius atas penyerangan tersebut. Menurut dia aksi tersebut dapat merusak kerukunan antar umat. “Kita tidak boleh membiarkan perdamaian dan rasa saling pengertian di antara rakyat Malaysia yang berasal dari berbagai etnis dan kepercayaan diancam oleh pihak-pihak manapun,” kata Najib.

Serangan itu merupakan pukulan keras bagi semboyan persatuan “1Malaysia” yang diserukan Perdana Menteri Najib Razak sejak sah memimpin Malaysia pada April 2009. “Ini menunjukkan bahwa setelah 52 tahun hidup bersama, pembangunan nasional dan persatuan kini telah tercabik-cabik,” kata Charles Santiago, anggota oposisi Parlemen.

Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010

No comments:

Post a Comment