Impossible is Nothing - Kiprah Anak Tuhan di Dunia Hukum

Tidak banyak orang percaya berkarir di bidang hukum. Padahal, ranah hukum juga disediakan Tuhan untuk anak-anak-Nya dapat berkiprah dan menjadi berkat. Salah satu pemuda yang berani menjawab tantangan ini bernama Bobby Rahman Manalu.

Bekerja di bidang hukum adalah cita-citanya semenjak kuliah. Baginya, bidang ini sangat menarik dan menyediakan ruang untuk independensi, kemerdekaan, dan kebebasan berpikir. Itulah sebabnya ia tak begitu suka berlamalama di bangku kuliah dan sangat aktif dalam diskusi, seminar, dan organisasi kemahasiswaan lain yang memberikan nuansa intelektual yang lebih kuat. UGM pun mencatatkan namanya sebagai salah satu lulusan tercepat, yakni 3,3 tahun, dengan IPK 3,7 (cumlaude).

Di dunia ke rja inilah ia mengalami kenikmatan tersebut, yakni ketika bekerja secara independen dan merdeka, dapat menuangkan seluruh kemampuan terbaik tanpa intervensi yang dapat melanggar nurani. Di bidang hukum, tidak pernah ada sebuah perkara yang 100% sama. Nilai kemerdekaan dan kebebasan berpikir di bidang ini serta luasnya permasalahan hukum yang bisa dipelajari membuatnya mencintai pekerjaan ini. Kerinduannya kelak adalah belajar ke negeri Belanda. Namun, cita-cita itu belum akan diwujudkan dalam waktu dekat karena ia masih ingin menimba ilmu dan pengalaman di bidang hukum dengan menjadi mahasiswa Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum UGM sembari bekerja.

Cita-citanya untuk menjadi seorang praktisi hukum membawanya bergabung dengan Fredrik J. Pinakunary di sebuah kantor hukum bernama Fredrik J. Pinakunary Law Offices. Ia meyakini bahwa Tuhan membimbingnya membimbingnya untuk berlabuh ke sana setelah sebelumnya bekerja di dua tempat yang berbeda. Terbukti pilihannya tak salah. Bob dan Fredrik ternyata memiliki visi yang sama, untuk melakukan praktik hukum dengan cara yang elegan, tanpa melanggar nurani, etika moral maupun hukum. Bob pun sangat bersyukur karena pemimpinnya—Fredrik J. Pinakunary— adalah seorang anak Tuhan yang sangat berkomitmen untuk menjalani praktik hukum dengan cara-cara yang benar.

Tantangan terbesar yang dialaminya adalah kesetiaan menjaga integritas. Hal yang mudah diucapkan namun tak mudah dilakukan karena tantangannya bersifat internal dan eksternal. Para pekerja hukum biasanya tahu persis di mana titik lemah suatu peraturan perundangan, dan kalau mau dapat dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi. Secara hukum hal itu sangat dibenarkan, namun nurani tak pernah buta, ia melihat dan selalu berbicara. Tantangan eksternalnya berasal dari sistem penegakan hukum. Harus jujur diakui bahwa ”Mafia Hukum” memang benar-benar ada dan menjangkiti hampir semua unsur penegak hukum, mulai dari hulu (Polisi, Jaksa, Hakim) hingga ke hilir (Sipir Lembaga Pemasyarakatan). Semua mafia tersebut bekerja dengan ”matematika uang”, dalam bahasa lainnya: Ada uang, semua bisa dibicarakan dan diatur.

Sumber: Renungan Pagi, Februari 2010 by.Bob

Sumber kedua : ebahana.com

No comments:

Post a Comment