Rahasia Doa Bapa Kami

Matius 6 : 5 - 15

saya tidak mau bagian penting dari doa ini terlewatkan begitu saja dari kepala saya. jadi sebelum hilang mendingan saya arsipkan saja dalam postingan sekalian membaginya dengan orang lain.

Kemarin sore saya mengajar adik-adik bimbingan saya mengenai doa dan salah satu bagian yang kami bahas adalah tentang arti dari Doa Bapa Kami. sudah kesekian kali saya mempelajari bagian ini dan ternyata ada hal baru yang saya dapatkan ketika mempelajarinya bersama-sama dengan adik-adik bimbingan saya kali ini.

Dalam Doa Bapa kami terbagi menjadi 2 kategori besar permohonan. 3 permohonan pertama adalah permohonan untuk kepentingan Allah (Bapa). permohonan pertama adalah "dikuduskanlah nama-Mu...". permohonan ini mengajar kita untuk mengagungkan nama Tuhan di dalam kehidupan kita bukan hanya melalui kata-kata tetapi menyangkut seluruh aspek kehidupan kita. Permohonan kedua adalah "datanglah Kerajaan-Mu...". permohonan ini mengajar kita untuk mengundang Allah untuk berdaulat dan memerintah sebagai Raja atas bumi ini sama seperti Dia memerintah atas kerajaan-Nya di sorga. permohonan ini sesungguhnya bermakna penyerahan diri kita untuk menjadi alat di tangan-Nya untuk membawa bumi ini ke dalam kekuasaan dan pemerintahan-Nya. "bumi di sini berarti "kerajaan-kerajaan" yang ada di dalamnya. kerajaan itu mulai dari yang terkecil adalah kehidupan kita dimana kita sebagai rajanya, kemudian keluarga, lingkungan masyarakat, sekolah, pekerjaan, gereja, kota, bangsa dan negara hingga kerajaan dunia secara keseluruhan. permohonan ini mengandung misi Allah agar semua yang bernafas memuji dan menyembah Dia. permohonan yang ketiga yaitu "jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga". permohonan ini tentu saja mengandung arti agar yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah sendiri bukan kehendak setiap orang. tentu saja langkah awal adalah menyelaraskan keinginan kita dengan kehendak Allah kemudian mengajar orang lain juga untuk melakukan hal yang sama.

3 Permohonan berikutnya adalah permohonan untuk diri kita sendiri. ketiga permohonan itu adalah "berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan...". saya tidak akan menguraikan ketiga permohonan yang terakhir ini. tetapi yang jelas ketiga permohonan itu merupakan permohonan untuk pemenuhan kebutuhan manusia secara pribadi baik itu kebutuhan secara jasmani maupun secara rohani.

Ketika saya merenungkan aplikasi doa yang selama ini saya lakukan, saya merasa dikoreksi oleh Tuhan mengenai prinsip doa saya selama ini. saya akui bahwa saya sangat malas berdoa. saya adalah orang yang praktis. saya berdoa karena saya perlu sesuatu dari Tuhan. itu benar dan manusiawi tetapi itu merupakan penghalang dari doa yang tekun dan intensif. 3 permohonan pertama yang ditujukan untuk kepentingan Allah mengandung makna bahwa di dalam doa kita, kita harus memprioritaskan kepentingan Tuhan dibanding dengan kepentingan kita sendiri.
aplikasinya bagi saya adalah sekalipun saya tidak mempunyai kebutuhan untuk didoakan, saya harus tetap berdoa untuk kepentingan Tuhan. atau dengan kata lain tidak ada alasan untuk tidak berdoa. kebenaran ini sangat menyentuh hati saya. ternyata selama ini saya begitu egois dalam berdoa. saya benar-benar hanya mementingkan diri saya sendiri. tetapi syukur kepada Allah yang membukakan hal ini kepada saya. Terpujilah Allah.

1 comment: