3 Alternatif Stop Kecanduan Merokok

Rokok, saat ini memang makin "dimusuhi". Berbagai macam kampanye kesehatan tentang bahaya merokok pun makin gencar. Termasuk efek samping merokok yang tertera pada bungkusnya. Majelis Tarjih PP Muhammadiyah juga telah mengeluarkan fatwa haram merokok.

Anehnya, meski perokok tahu efek buruk dari merokok, namun mereka tetap sulit untuk berhenti. Dampak buruknya, di antaranya infeksi saluran pernafasan, kanker paru-paru dan gangguan kehamilan. Jika Anda atau pasangan ingin lepas dari kecanduan rokok, jangan tunda untuk melakukannya.

Berikut tiga cara alternatif untuk berhenti merokok. Plester nikotin (Nicotine Patch)
Nikotin patch adalah salah satu produk terbaik yang tersedia di pasaran untuk membantu orang berhenti merokok. Harganya memang cukup mahal, dan hanya bisa dibeli di toko-toko farmasi tertentu. Plester nikotin ini tersedia dari berbagai dosis.

Seorang perokok yang baru mulai ingin berhenti akan menggunakan plester berdosis tinggi selama beberapa hari. Setelah itu secara berangsur akan menggunakan plester yang berdosis rendah. Fungsinya adalah untuk menghilangkan nikotin yang mengakibatkan kecanduan. Sebuah artikel dari "National Institute on Drug Abuse" menyatakan bahwa plester nikotin akan efektif bila dikombinasikan dengan terapi perilaku.

Permen
Permen atau permen karet karet khusus untuk berhenti merokok juga banyak tersedia di pasaran. Harganya pun jauh lebih murah. Jenis dan dosisnya cukup beragam, Anda pun dihadapkan dengan banyak pilihan. Tetapi, keefektifitasannya lebih rendah dibandingkan dengan plester nikotin. Menurut artikel yang dipublikasi 9 November 2009 oleh National Institutes of Health, mengombinasikan plester nikotin dan permen untuk berhenti merokok, adalah cara cukup efektif.

Program intensif
Jika memang Anda sulit memotivasi diri sendiri untuk berhenti merokok, cobalah ikut program berhenti merokok. Program tersebut biasanya tersedia di beberapa rumah sakit besar.

Pada program itu, Anda tidak hanya diberikan terapi untuk mengendalikan kecanduan pada rokok tetapi juga konsultasi dengan dokter dan berdiskusi dengan perokok lain, untuk berbagai pengalaman seputar cara berhenti merokok. Dukungan orang lain memang sangat penting sebagai motivasi untuk berhenti merokok.

sumber : http://kosmo.vivanews.com/
Selengkapnya...

Cara Sederhana Cegah Diabetes Tipe 2

Penyakit diabetes telah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Sekitar 150 juta penduduk di seluruh dunia menderita penyakit yang kemudian memicu komplikasi penyakit lain seperti jantung dan stroke. Menurut sebuah penelitian berskala internasional, jika belum ada pengobatan yang tepat, jumlah penderita diabetes akan meningkat 50 persen pada 2025.
Sebagian besar penderita diabetes dengan diabetes tipe 2 didapat dari faktor keturunan maupun gaya hidup. Umumnya, diabetes tipe 2 terjadi akibat kelenjar pankreas tidak memproduksi kecukupan hormon insulin. Penyebab lainnya, tubuh tidak mengenali dan menggunakan insulin secara tepat.
Ada lima hal yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes tipe 2 sejak dini.1. Obesitas berperan penting memicu diabetes tipe 2. Karenanya, sangat dianjurkan mempertahankan berat badan sehat dengan makan ukuran dengan porsi sesuai.

2. Bergerak. Olahraga dan aktif bergerak tidak hanya mencegah agar tubuh tidak kegemukan namun meningkatkan produksi hormon insulin dan kemampuan tubuh menggunakannya.

3. Asupan biji-bijian. Makanan berupa biji-bijian seperti beras merah, quinoa, dan gandum mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.

4. Periksakan tekanan darah secara teratur. Apabila dari hasil pemeriksaan ternyata tekanan darah melebihi batas normal, segera konsultasikan dengan dokter untuk menurunkan tekanan darah melalui diet, olahraga, atau obat-obatan.

5. Batasi konsumsi alkohol. Minum alkohol satu atau dua kali sehari masih dianggap jumlah yang sehat. Tetapi jika konsumsi alkohol terlalu tinggi, risiko terkena diabetes tipe 2 juga berlipat. Bir, wine dan minuman beralkohol lain mengandung karbohidrat yang meningkatkan kadar gula darah dan tekanan darah.

Sumber : http://kosmo.vivanews.com
Selengkapnya...

Kebiasaan Baik vs Kebiasaan Buruk

Cerita ini mengajarkan kita untuk bersikap bijak dalam menjalani kehidupan. hal-hal kecil bisa menjadi hal-hal yang besar jikalau kita tidak menyikapinya dengan benar.
Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan kepala batu. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil. "Cabutlah pohon itu," katanya. Segera pemuda itu membungkuk, dan hanya dengan dua jari saja ia dengan mudah dapat mencabut pohon itu.

Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar. "Coba cabut pohon ini," katanya. Sekali lagi pemuda itu menuruti perimtahnya, namun kali ini dia menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut akar pohon itu.

Akhirnya, mereka berhenti lagi di depan sebuah pohon yang sangat besar. "Sekarang, cabutlah pohon ini!" perintahnya lagi.

"Wah, itu tidak mungkin!" protes pemuda itu.

"Aku tidak dapat mencabut pohon sebesar ini. Untuk memindahkannya diperlukan sebuah buldoser."

"Engkau benar sekali," Jawab orang tua itu.

"Kebiasaan, entah baik ataupun buruk, sama seperti pohon-pohon itu. Kebiasaan yang belum berakar dalam seperti pohon yang masih sangat kecil, dapat dicabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang akarnya mulai mendalam seperti pohon yang sudah agak besar; untuk mencabutnya diperlukan usaha dan tenaga yang kuat. Kebiasaan yang sudah sangat lama telah berakar sangat dalam, sehingga orang itu sendiri tidak bisa lagi mencabutnya. Jagalah dirimu agar kebiasaan yang sedang engkau tanamkan adalah kebiasaan-kebiasaan baik."

Coba ambil waktu dan selidiki hati Anda. Adakah kebiasaan buruk Anda yang masih sangat kecil tertanam di hati Anda? Adakah ‘pohon’ buruk yang sudah agak besar? Yang lebih penting, adakah ‘pohon’ besar yang sudah tertanam begitu lama? Jika ada, carilah penyelesaian masalah atas kebiasaan buruk Anda. Tanya orang lain yang menurut Anda bisa dipercaya dan mampu menyelesaikan masalah. Tidak hanya itu, berdoa kepada Tuhan merupakan obat bagi penyelesaian masalah Anda. Ubah sedikit demi sedikit perilaku yang buruk menjadi baik. Walau sesekali Anda gagal, terus ulangi. Dengan sikap ingin berubah yang total, Anda bisa membuang ‘akar’ jelek tersebut. Dan Tuhan akan memperhitungkan apa yang baik yang anda lakukan sekecil apapun itu, dan upahmu besar disurga. amin
(Sumber : Renungan harian kita)

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kolose 3 : 23
Selengkapnya...

Masihkah kita mendengar suara-Nya?

Kisah ini mungkin pernah kita baca bahkan mungkin kita telah membacanya berulang kali. tetapi setiap kali saya membacanya, saya terharu dan saya kemudian merenungkan apakah saat ini saya masih mengalami situasi dimana saya mendengarkan Tuhan berbicara kepada saya? simak ceritanya.Seorang anak muda pergi ke sebuah tempat Pemahaman Alkitab (PA) yang diadakan pada setiap hari Rabu. Di sana sang Pendeta membawakan tema mengenai mendengarkan Tuhan dan mentaati perintah-Nya. Si anak muda, sambil menyimak kemudian bertanya-tanya di dalam hatinya "Apakah Tuhan masih berbicara kepada kita?".

Setelah kelas PA selesai, dia pergi bersama dengan beberapa temannya ke sebuah kedai kopi untuk mendiskusikan kata-kata Pendeta tadi sambil makan kue dan secangkir kopi sebelum pulang ke rumah masing-masing. Hal yang hampir sering mereka lakukan setelah PA selesai. Mereka saling memberikan kesaksian bahwa Tuhan telah memimpin hidup mereka dengan cara yang berbeda-beda.
Setelah hampir jam 10 malam, mereka keluar dari kedai tersebut untuk pulang ke rumah masing-masing.

Sang anak muda pun mengendarai mobilnya pulang. Di dalam mobil dia berdoa "Tuhan, kalau Engkau masih suka berbicara kepada kami, berbicaralah kepadaku, aku akan mendengar, aku akan melakukan apapun yang aku bisa untuk mentaatinya".

Selama perjalanan pulang, dia mendadak mempunyai ide yang aneh untuk membeli satu galon susu. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata "Tuhan, Engkaukah itu?".

Tetapi dia tidak mendengar jawaban apapun dan dia tetap berjalan pulang. Akan tetapi keinginan untuk membeli satu galon susu tersebut terus ada di kepalanya. Kemudian si anak muda ini berpikir mengenai Samuel yang tidak mengenali suara Tuhan and bagaimana Samuel berlari ketakutan menghampiri Eli.

"Baik Tuhan, kalau ini Engkau, aku akan membeli susu tersebut", pikirnya ini bukan merupakan hal yang sulit untuk suatu tes ketaatan and susu ini masih bisa dipakai untuk hal lain. Dia kemudian berhenti, membeli satu galon susu dan kembali menyetir menuju rumah.


Pada saat melewati sebuah perempatan yang menuju ke Seventh Street, dia merasa bahwa dia harus berbelok ke jalan tersebut. "Tidak mungkin" pikirnya dan dia terus menyetir melewati perempatan tersebut. Akan tetapi, kembali pikiran itu ada di kepalanya dan dia merasa bahwa dia harus berputar arah untuk kembali ke Seventh Street. Akhirnya pada perempatan berikutnya, dia memutar mobilnya dan menuju Seventh Street.

Setengah bercanda dia berteriak "Baik Tuhan, aku taat". Dia berjalan beberapa saat sebelum dia merasa bahwa dia harus berhenti. Dia berhenti dan memperhatikan sekelilingnya. Dia berada di suatu daerah pertokoan yang agak lumayan, tidak kumuh tapi juga bukan daerah yang mahal. Sudah tidak ada kegiatan sama sekali dan semua rumah di sana sudah gelap yang sepertinya semua orang sudah berada di tempat tidur.

Kembali dia merasakan sesuatu di dalam hatinya "Pergi dan berikan susu ini ke rumah yang ada di seberang jalan".

Si anak muda melihat ke rumah tersebut. Rumah tersebut sudah gelap dan tampaknya si pemilik rumah sedang pergi atau sudah tidur. Dia kembali duduk di mobilnya dan berkata "Tuhan, ini kelewatan, orang di dalam rumah tersebut sedang tidur dan kalau aku membangunkan mereka, mereka pasti marah dan aku akan terlihat seperti orang bodoh".

Akan tetapi kembali dia merasa bahwa dia harus memberikan susu ini. Akhirnya dia membuka pintu mobilnya "Baik Tuhan, apabila ini Engkau, aku akan pergi ke rumah itu dan memberikan susu ini kepada mereka. Apabila Engkau memang ingin melihat aku seperti orang bodoh, tidak apa-apa, aku ingin menjadi orang yang taat. Pasti hal ini akan ada manfaatnya, akan tetapi jika aku mengetuk pintu dan tidak ada jawaban, aku akan pergi dari sini".

Dia membuka pintu mobilnya dan menekan bel di depan pintu. Dia mendengar ada ribut-ribut di dalam rumah dan ada teriakan laki-laki "Siapa di situ? Apa maumu?".

Kemudian pintu terbuka sebelum si anak muda tersebut dapat pergi menghindar. Lelaki tersebut berdiri dengan celana jeans dan kaos oblong, sepertinya dia baru bangun dari tempat tidur. Dia tampak tidak senang melihat orang asing di depan pintu rumahnya. Si anak muda memberikan susu tersebut "Ini saya membawa susu".

Laki-laki tersebut segera mengambil susu tersebut dan sambil membawa susu tersebut ke dalam rumah dia berteriak dalam bahasa Spanyol. Kemudian seorang wanita menghampiri dan membawa susu tersebut ke dapur. Laki-laki tersebut mengikutinya sambil menggendong seorang bayi. Bayi tersebut sedang menangis. Air mata mengalir di muka lelaki tersebut. Lelaki tersebut berkata sambil setengah menangis "Kami baru saja berdoa. Kami banyak tagihan dan kami sudah tidak punya uang lagi bahkan tidak ada uang untuk membeli susu untuk bayi kami. Kami meminta Tuhan untuk menunjukkan bagaimana caranya kami dapat mendapatkan susu untuk bayi kami".

Istrinya kemudian berteriak "Kami meminta Tuhan untuk mengirimkan malaikat dengan membawa ........, hei apakah kamu seorang malaikat?"

Anak muda tersebut kemudian mengambil dompetnya dan memberikan semua uangnya ke tangan lelaki tersebut. Dia berbalik dan berjalan kembali ke mobilnya dan air matanya mengalir membasahi pipinya. Dia yakin sekarang kalau Tuhan masih menjawab doa.


Yer 7:23
hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

hingga saat ini dia setia hendak berbicara pada kita, jangan keraskan hatimu..!!
Selengkapnya...